Pengurus Besar PGRI
Organisasi PGRI ini sangat berperan besar dalam meneruskan perjuangan rakyat Indonesia dalam membangun Negara Indonesia dengan cara mencerdaskan rakyat Indonesia dalam bidang pendidikan sehingga dapat lebih mempertahankan dan menyempurnakan republik Indonesia. Dan organisasi PGRI selalu mendasarkan diri pada aspirasi rakyat indonesia serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
- KONGRES I PGRI. Kongres I PGRI di laksanakan di Surakarta (Solo), Jawa Tengah pada tanggal 23-25 November 1945.
- KONGRES II PGRI. Kongres ke II PGRI di adakan di Surakarta (Solo) Jawa Tengah pada Tanggal 21-23 Desember 1946. Melalui kongres ini PGRI mengajukan tuntutan kepada pemerintah yaitu :
- Sistim pendidikan selekasnya didasarkan pada kepentingan nasional.
- Gaji guru supaya tidak di hentikan.
- Di adakan Undang-Undang Pokok Perburuhan.
- KONGRES KE III PGRI. Kongres ke III PGRI di adakan di Madiun Jawa Timur pada Tanggal 27-29 Februari 1948, kongres yang di adakan dalam keadaan darurat ini antara lain memutuskan bahwa untuk meningkatkan efektivitas organisasi di tempuh dengan jalan memekarkan cabang-cabang yang tadinya keresidanan memiliki satu cabang menjadi cabang-cabang yang lebih kecil, tetapi dengan jumlah anggotanya 100 orang.
- KONGRES KE IV PGRI. Kongres ke IV yang berlangsung di Yogyakarta 26 - 28 Februari 1950 ini, memutuskan untuk mengeluarkan “ Maklumat Persatuan ” yang berisikan seruan kepada masyarakat, khususnya kepada guru - guru, untuk membantu menghilangkan suasana yang membahayakan dalam hubungan antara golongan ” Non “ dan “ Ko ” ,dan menggalang persatuan demi perjuangan untuk mengisi kemerdakaan. Ternyata “ Maklumat Persatuan ” ini mendapat perhatian dan penghargaan dari kalangan luas termasuk Pemerintah.
- KONGRES KE V PGRI. Diadakan di Bandung pada tanggal 19 - 24 Desember 1950 tepatnya di Hotel Savoy Homann, dan di buka oleh ketua PB PGRI Rh.Koesman Dalam Kongres ini di bicarakan suatu masalah yang prinsipil dan fundamental bagi kehidupan perkembangan PGRI selanjutnya yaitu asas organisasi ini dan Pancasila di terima sebagai asas organisasi. Selain itu di diskusikan pula bentuk Pendidikan Guru KPKPKB (Kursus Pengantar Kepada Persiapan Kewjiban Belajar), yang menurut peserta kongres tidak sesuai dengan upaya peningkatan mutu Pendidikan Bangsa. Kongres juga menegaskan PB-PGRI dalam waktu singkat melakukan usaha untuk menghilangkan perbedaan gaji antara golongan “Non” dan “Ko” yang telah di tetapkan oleh pemerintah.
- KONGRES KE VI PGRI. Kongres PGRI Ke VI berlangsung di Malang Jawa Timur 24-30 November 1952.
- KONGRES KE VII PGRI. Kongres ini di laksanakan di Semarang tepatnya di SMA-B Candi Semarang pada tanggal 24 November s,d 1 Desembar 1954 dan di hadiri 639 0rang utusan dari 351 cabang yang menbawakan 1,414 suara dari 1.581 seluruh suara dalam organisasi (89%). Untuk pertama kalinya Kongres ini di hadiri oleh tamu-tamu dari luar nagri yaitu Maria Marchant, wakil FISE yang berkedudukan di Paris , Marcelini Bausta dari PPTA Filipina mewakili WCTOP, Fan Ming, Chang Chao dan Shen Pei Yung dari Serikat Buruh Pendidikan RRC.
- KONGRES KE VIII PGRI. Dilaksanakan di Bandung pada Oktober 1956, hampir di hadiri seluruh cabang PGRI. Tetapi pemilihan ketua umum Pengurus Besar PGRI keadaan menjadi tegang , karena pihak Soebandri dkk menambah kartu pemilihan ( kartu palsu ), sehingga pemilihan tersebut harus di ulangi. Otak pemalsuan ini Hermanoe Adi, tokoh PKI Jawa Timur yang saat itu menjabat Ketua II PB PGRI. Ahirnya yang terpilih menjadi Ketua Umum PB PGRI ialah M.E.Subiadinata, menggantikan Sudjono. Hermanoe Adi tidak lagi di pilih menjadi ketua PB PGRI jabatannya di gantikan oleh M. Husen yang sebelumnya menjabat Ketua PGRI Komisariat Daerah Jawa Barat.
- KONGRES KE IX PGRI. Berlangsung di Surabaya, pada Tanggal 31 Oktober - 4 November 1959.
- KONGRES KE X PGRI. Bertempat di Gelora Bung Karno Jakarta, Oktober 1962, periode tahun 1962-1965. PGRI mengalami masa sulit karena terjadinya perpecahan di dalam tubuh PGRI.
- KONGRES KE XI PGRI. Dilaksanakan di Bandung 15-20 Maret 1967, dengan susunan PB PGRI (1967-1970).
- KONGRES KE XII PGRI. Kongres ke-XII PGRI kembali di gelar di Bandung 29 Juni-4 Juli 1970.
- KONGRES KE XIII PGRI. Diselenggarakan di Jakarta 21-25 November 1973. Dalam Kongres ini di tetapkan perubahan - perubahan yang mendasar dalam bidang organisasi yaitu : berubahnya sifat PGRI dari organisasi serikat pekerja menjadi organisasi Profesi, di tetapkannya Kode Etik Guru Indonesia, Perubahan lambang panji Organisasi PGRI yang sesuai dengan organisasi profesi guru, dan adanya Dewan Pembinaan PGRI.
- KONGRES KE XIV PGRI. Diselenggarakan di Jakarta tanggal 26 – 30 Juni 1979.Kongres ini menghasilkan salah satu keputusan penting yaitu menganai pendirian Wisma Guru yang di rencanakan berdirinya di Jl.Tanah Abang III No.24 Jakarta Pusat ini sekaligus akan menjadi kantor PB PGRI. Kongres PGRI ke XIV ini juga memutuskan dan menegaskan bahwa pembinaan lembaga pendidikan PGRI perlu di lakukan secara konsepsional, nasional, dan terkendali secara organisator. Untuk melaksanakan keputusan Kongres, PB PGRI membentuk YPLP – PGRI dengan Akta Notaris Moh.Ali No.21 tanggal 31 Mart 1980 yang berlaku surat sejak 1 Januari 1980.
- KONGRES KE XV PGRI. Kongres berlangsung di Jakarta tanggal 16 - 21 Juli 1984, Kongres ini menggariskan pokok - pokok PGRI untuk kurun waktu lima tahun mendatang (1984-1989) yang meliputi : ruang lingkup pembinaan dan pengembangan organisasi PGRI, tanggung jawab dan peran PGRI dalam menyukseskan SU MPR 1983, Repelita IV dan Pancakrida Kabinet Pembangunan V.
- KONGRES KE XVI PGRI. Kongres PGRI Ke-XVI di adakan di Jakarta tanggal 3 - 8 Juli 1989.
- KONGRES KE XVII PGRI. Kongres ke XVII PGRI di selenggarakan di Jakarta tanggal 3 - 8 Juli 1994. Pertama kalinya Kongres PGRI ke XVII menetapkan dewan Pembina menjadi Dewan Penasehat dan tidak lagi ada Menteri yang menjadi anggota Dewan Penasehat.
- KONGRES KE XVIII PGRI. Di selenggarakan di Lembang, Bandung tanggal 25-28 November 1998.
- KONGRES KE XIX PGRI. Kongres PGRI ke XIX dilaksanakan di Semarang pada tanggal 8 - 12 Juli 2003 di Hotel Patra Jasa Semarang.
- KONGRES KE XX PGRI. Kongres PGRI ke XX ini diselenggarakan tanggal 30 Juni - 4 Juli 2008 di Novotel Hotel Palembang Sumut. Kongres PGRI XX dihadiri oleh Sutiyoso, mantan Gubernur DKI Jakarta. Kongres PGRI hari ke - 4 ini menghadirkan Sutiyoso atau yang lebih dikenal dengan Bang Yos sebagai pembicara di sidang paripurna VII. Dalam pembicaraannya, Bang Yos mengatakan bahwa berdasarkan data dari BPS, di Indonesia ada sekitar 60% jumlah penduduk merupakan penduduk yang hanya lulus SD. Dengan angka seperti itu Bang Yos mempertanyakan kesiapan Indonesia menghadapi persaingan global. Sehingga dengan keterbatasan tersebut banyak orang Indonesia yang mencari pekerjaan di luar negeri sebagai pembantu rumah tangga karena mempertimbangkan gaji yang besar tanpa membutuhkan ijazah pendidikan yang tinggi. Sehingga dapat dipastikan bangsa asing menilai harkat dan martabat bangsa Indonesia rendah. Selain itu Bang Yos juga menambahkan bahwa Indonesia berada di peringkat 133 dari 177 negara dalam Human Developement Indeks mengenai kualitas dilihat dari aspek pendidikan, kesehatan dan penghasilan. Beliau juga memaparkan suasana dan integritas pikiran menjadikan Indonesia yang bermartabat.. Mendiknas memaparkan dengan berbagai dinamika dan problematika Guru, tentu mendapat sambutan yang amat meriah dan saling berebutan untuk bisa berbicara menyampaikan masalahnya kepada Menteri.
- KONGRES KE XXI PGRI. Di teteapkan di Jakarta, 4 Juli 2013, dengan susunan PB PGRI masa bhakti ( 2013 – 2018 ).

Komentar
Posting Komentar