7. MUKERNAS V


Kongres V PGRI di Bandung pada 19-24 Desember 1950

Kongres ini membicarakan masalah yang prinsip dan fundamental bagi PGRI yaitu asas organisasi apakah akan memilih sosialisme keadilan sosial ataukah pancasila dan akhirnya pancasila diterima sebagai asas organisasi. Selain itu, didiskusikan bentuk pendidikan guru KPKPKB ( Kursus Pengantar Kepada Persiapan Kewajiban Belajar), yang menurut peserta kongres tidak sesuai dengan peningkatan mutu pendidikan.
Hasil kongres V adalah:


1.                  Menegaskan kembali pancasila sebagai azaz organisasi.
2.                  Menugaskan PB PGRI agar dalam waktu singkat melakukan segala usaha untuk menghilangkan perbedaan gaji antara golongan yang pro dan kontra Republik.
3.                  Melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk pengurus komisaris-komisaris daerah.
4.                  PGRI menjadi anggota Gabung Serikat Buruh Indonesia (SBSI).


Dan kongres V mengandung 2 momentum penting yaitu :


1.                  Menyambut lustrum PGRI yang segenap berusia 5 tahun.
2.                  Wujut rasa syukur dan suka cita yang mendalam karena SGI/PGI (Serikat Guru Indonesia atau Persatuan Guru Indonesia) meleburkan diri dalam PGRI.

Konsolidasi Organisasi dan Hasil Pencapaian
Menjelang Kongres V dilaksanakan, jumlah cabang PGRI ada 301 dengan jumlah anggota 39.000 orang. Ini menunjukan PGRI semakin berkembang. Oleh karena itu konsolidasi organisasi perlu dilaksanakan terus-menerus sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI.
Upaya-upaya konsolidasi yang dilakukan oleh PB PGRI hasil Kongres V membuahkan hasil menggembirakan diantaranya sebagai berikut :


·                     47 cabang PGRI di Sulawesi dan Kalimantan masuk kedalam barisan PGRI.
·                     2.500 guru yang sedianya akan di gaji menurut ketentuan Swapraja/Swatantra tertolong dan akhirnya digaji secara sama dari pusat.
·                     Pada bulan April 1951 tuntutan PGRI kepada pemerintah tentang kenaikan guru Honorium guru dikabulkan.
·                     Mulai dilaksanakannya secara teratur Konferensi-konferensi daerah:

Maret 1951 Konferensi Daerah se-Jawa, 27 Febuari 1952 Konferensi Daerah di Makasar, 30 Maret 1952 Konferesni Daerah di Banjarmasin, PB PGRI mulai sering melakukan kunjungan ke pengurus-pengurus daerah atau cabang PGRI, PB PGRI berhasil menerbitkan majalah Suara Guru sebagai alat komunikasi organisasi.

Komentar